Terkesan agak mewah dan modern, sekarang lampu merah—saya menyebutnya—sudah digital, setiap lampu berwarna hijau atau merah, muncul angka digital besar menghitung mundur dari angka detik yang ditentukan hingga waktu 0 (nol). Saya melihat lampu merah digital ini sudah banyak dipasan di beberapa tempat di Jakarta, termasuk juga di Depok dan Bogor.
Keadaan ini tentu cukup menggembirakan, karena sebelumnya tidak jelas, berapa lama harus menunggu lampu merah berganti menjadi hijau, begitu sebaliknya.
Tapi, ada yang cukup aneh, kadang agak membuat kesal sebagian besar pengendara. Pasalnya, perbedaan waktu antara lama waktu lampu merah dengan hijau tidak proporsional.
Bayangkan, jika melintas perempatan jalan RAGUNAN dari arah Cilandak/Pondok Indah (ke kiri jalan Buncit Raya, ke kanan arah Ragunan, lurus ke Pasar Minggu). Lampu merah di sini lama waktunya sekitar 160 detik, tetapi lampu hijaunya hanya 18 detik.
Entahlah, apa alasannya perbandingan waktu yang sangat tidak berimbang. Andaikan perbandingan setengahnya, mungkin masih bisa dimaklumi (160 berbanding 75 detik, misalnya). Padahal, jumlah kendaraan dari arah Cilandak, menurut saya terbilang padat. Akhirnya, yang terjadi adalah penumpukan kendaraan yang luar biasa dari arah Cilandak. Untuk mobil, jika posisinya urutan tiga dari barisan depan, maka hampir bisa dipastikan dia tidak akan melewati lampu merah, karena terlalu padat, sedangkan waktunya hanya 18 detik.
Untuk sepeda motor, jika posisinya di urutan tujuh dari depan, juga hampir bisa dipastikan tidak bisa melewati lampu merah, harus rela menunggu untuk periode berikutnya.
Yah, begitulah indahnya lalu lintas Jakarta, hehehe…..
Isi Pesan
Visitors :11113 Org
Hits : 222963 hits
Month : 379 Users