Kericuhan Sidang Paripurna DPR
Lengkap sudah kemerosotan bangsa yang besar ini. Hampir tidak ada sisi
dari bangsa ini yang tidak mengalami kemunduran, bahkan (na’udzu
billah) “kehancuran”. Tontonan yang sungguh sangat memilukan disuguhkan
pada sidang paripurna DPR dalam menindaklanjuti hak angket atas kasus Bank CENTURY, kemarin Selasa 02 Maret 2010, dengan terjadinya kericuhan antar anggota Dewan (yang katanya) “Terhormat”.
Saya tidak sedang dan tidak akan menyoroti konten yang diksiruhkan
(habis, cape dan sedih sih….). Bagian yang ingin saya renungi adalah
tentang sikap sebagian petinggi bangsa ini yang sudah tidak ada lagi
yang patut dilihat, dikagumi apalagi dicontoh/diteladani.
Kemampuan sebagian bangsa ini untuk menahan diri, entah belajar atau
sekedar pura-pura pun sudah sulit didapati. Padahal, paling tidak,
pura-pura kelihatan santun (jika memang sudah tidak bisa) di depan
publik, itu mungkin sedikit lebih baik. Karena mereka, para petinggi
itu pun tahu bahwa hari ini, semuanya sudah serba terbuka dan real time.
Semua mata rakyat menyaksikan tingkah polah petinggi yang “terpaksa”
mereka pilih untuk mewakili mereka menentukan nasib mereka, setidaknya
untuk lima tahun mendatang. Alih-alih dapat menjadi contoh dan tumpuan
harapan bagi perbaikan nasib rakyat, justru sebaliknya semakin
memudarkan harapan rakyat dengan tontonan yang mencirikan tindakan tidak kompeten dan tidak berakhlak.
Tidak adakah lagi nurani bangsa ini untuk menahan diri dari berbuat
yang urakan, bahkan anarkis? Padahal, jika ini terus terjadi, maka yang
akan mengalami derita besar di dekade yang akan datang adalah diri
kita, bangsa kita sendiri yang akan lebih dinikmati oleh anak cucu
kita. Dan, bangsa lain (yang lebih maju) akan “merampas” semua yang
kita miliki (dengan “menjajah” kita), Masya Allah …..
Terkadang, renungan sampai kepada kebuntuan, entah harus mulai dari
mana memperbaiki bangsa ini yang sudah semakin kehilangan ruh kebaikan,
kesantunan, akhlak mulia, kebersamaan, kepedulian dan menghargai
hak-hak manusia? Apakah mulai dari rumah tangga/keluarga? atau
lingkungan? atau dari sekolah awal (TK-SD)? ataukah di SLTP, bahkan
SLTA dan Perguruan Tinggi?
Saya, guru, tentu tidak bisa lagi menunggu jawaban dan teori yang
muluk-muluk untuk bisa segera diterapkan. Langkah praktis 3M sangat
patut dilaksanakan, yakni: MULAI dari diri sendiri, MULAI dari yang kecil-kecil dan MULAI dari sekarang.
Mungkin baru itu yang saya lakukan. Anda bisa lebih baik? mudah-mudahan. Mari bersama kita lakukan….. amin.
Isi Pesan
Visitors :11114 Org
Hits : 223005 hits
Month : 379 Users